Dari Diskomfest 2004 di Yogyakarta

Oleh: Obed Wicandra*

Mulai 23-25 September 2004, DKV UK Petra diundang oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Diskomvis untuk berpartisipasi dalam acara Diskomfest 2004. Acara yang bertempat di Benteng Vredeburg ini dimaksudkan sebagai ajang festival mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Acaranya meliputi pameran, seminar, workshop, pemutaran film-film iklan dan musik.

DKV Petra diminta berpartisipasi dengan memajang karya-karya terbaik sebanyak 6 karya. Dosen yang berangkat mendampingi 20 mahasiswa yaitu Deddi Duto H, S.Sn, Budi Prasetyadi, S.Sn dan Obed Bima W, S.Sn memilih karya terbaik dari mata kuliah DKV 5. Karya sebanyak 6 buah itulah yang dianggap layak dan berhak untuk ditampilkan di event yang heboh itu.

Dengan mengusung tema “Study Hard, Play Hard”, acara dibuka dengan motion graphic yang keren abis!!! Bentuk animasi yang sekarang lagi ngetrend dan sudah banyak dipakai sebagai eksekusi video klipnya grup-grup band alternatif dunia mampu ditampilkan dengan apik dan dibuat oleh mahasiswa lokal seperti ISI Jogjakarta.

Meski begitu karya yang dibawa dari Petra juga mampu menimbulkan decak kagum penonton Diskomfest dari seantero Jogja. Dan tak kurang pakar iklan seperti Gandhy Suryoto (Executive Creative Director Dentsu Jakarta), Glenn Marsalim (Creative Director OgilvyOne Worldwide Jakarta) dan Jeanny Hardono (Ketua Creative Circle Indonesia) mengatakan, bahwa karya print ad yang dibawa Petra di Diskomfest ini mampu membuka mata dunia pendidikan Deskomvis. Bahwa di pendidikan Deskomvis harus selalu ditekankan mengenai eksplorasi ide yang out the border atau harus mampu keluar dari batasan-batasan kewajaran. Karena memang dari situ identitas seorang kreatif bisa dibaca dan DKV Petra mampu menampilkannya!

Di sela-sela acara ini, kami mengunjungi perusahaan lokal yang menasional, seperti Petak Umpet Advertising yang berjaya di Pinasthika AdFest dan Outmagz, sebuah penerbitan majalah gaya hidup dan musik yang mengedepankan desain grafis. Di kedua tempat itulah, mahasiswa sekaligus berdiskusi dan melakukan pembelajaran.

Acara penutupan juga tidak kurang hebohnya, grup-grup musik yang tampil hampir semuanya meneriakkan nama kampus kita. Sambutan hangat dari mereka membuktikan bahwa persaudaraan yang terjalin selama ini harus selalu dipertahankan. Seperti ungkapan vokalis dari KorNchonk Chaos, “…saya ingin menyambut dulu dari Jawa Timur!!! Petraaaaaaaaaaaaaa!!!” Tak ayal, anak-anak Petra pun merangsek maju ke depan menyambut hangat sambutan mereka. Sampai jumpa di Surabaya, kami menunggu ISI Jogja di KMDGI 6 tahun 2005!!!

* Penulis adalah dosen DKV UK Petra