Sejak dari zaman kekaisaran romawi,
Panglima perang selalui memulai sebuah perang
dengan doa. Biasanya di sebuah kapel, berlutut di depan patung Maria.
Bahkan Mark Twain menulis The War Prayer
yang menjadi demikian termasyur itu.

Begitu pula setiap kali pitching.
Selalu ada doa dalam hati.
Mulai dari di brief sampai presentasi dan sesudahnya.
Tapi, setiap kali gue berdoa, setiap kali itu pula muncul pertanyaan di benak gue,
“kepada siapakah Tuhan berpihak kali ini?”
Pastinya gue berdoa semoga gue menang pitching.
Tapi tentunya gue tidak menutup mata bahwa agency saingan juga pasti berdoa.
Bisa jadi, doanya lebih heboh dari gue.

Atau seperti ajang AdFest minggu ini.
Gue yakin setiap peserta pasti berdoa untuk menang.
Kecuali kalau pemilihan ratu sejagad dimana finalis selalu berkata
“oh enggak, aku sih enggak berharap menang. Peserta yang lain cantik-cantik.
Ini juga mama yang memaksa ikut.” OK DEH!

Dalam sebuah tulisan di surat kabar nasional 3 tahun yang lalu ada headline
“Tuhan Selalu Berpihak Kepada yang Lemah”.
Bisa jadi benar. Coba deh nonton Fear Factor.
Seringkali pemenangnya adalah peserta yang dari awal terlihat
lemah. Malah yang memiliki badan berotot sering tersingkir
di babak pertama.

Kalau benar Tuhan berpihak kepada yang lemah,
Seharusnya Indonesia bisa menang di Adfest.
Bukankah Indonesia salah satu negara yang lemah advertisingnya?

Atau mungkinkah Tuhan berpihak kepada Indonesia selama ini
dengan tidak memenangkan Indonesia agar kita
bekerja dan belajar lebih giat lagi?

“Oh itu beda Glenn. Kalau Adfest kan bukan pertandingan kuat-kuatan
seperti perang atau Fear Factor. Unsur subyektifitas sangat berperan.
Jadi ada untung-untungannya. Seni geto loh….”

Lah bukannya Tuhan ada dalam setiap langkah kita?

Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa.
Sekedar renungan yang pengen gue bagi ke temen-temen.
Dalam hubungannya dengan Adfest dan dua oom-oom gue yang lagi heboh pitching
ada pertanyaan dalam hati kecil gue selama weekend ini:
“Tuhan, kepada siapakah Engkau berpihak?”

Untuk Adfest, mungkin kita harus bersabar menunggu jawaban Tuhan
di akhir minggu ini. Sambil menunggu, ada baiknya
kalau kita berdoa, semoga Tuhan berpihak kepada Indonesia.