Gue gak kira, gak nyangka, kalau responnya bisa sebanyak
dan sehangat ini.
Ide-idenya inspiratif banget.
Pikiran gue jadi terbuka.
Rencananya baru akhir pekan ini gue baru mau mulai nulis.
Ini ada sedikit kado buat yang udah ngasih ide.

Sejuta Peri

Berjalan gue berjalan,
di atas titian bertanah basah.
Tanaman dewasa dan pohon bijak,
melindungi dari sengat matahari.

Resah dijinjing gelisah dipanggul,
gatal menyerang seluruh tubuh.
Bikin sepi semakin sepi
sebelum bercumbu dalam ketiadaan.

Tiba-tiba terdengar suara sayap berkepak.
Mendekat sejurus arah berjalan.
Semakin mendekat semakin keras.
Setiap kepakannya memenuhi setiap ruang raga.

Langkah gue melambat perlahan,
ketika angin menepuk punggung.
Tak sabar gue menoleh ke belakang.
Tampak sinar beterbangan naik turun.

Sejuta peri imut pun terbang di tempat.
Gue terkejut saat sadar ada mereka.
Mereka terkejut karena gue terhenti.
Tapi mereka terus menari dan menyanyi.

Tak dibiarkan gue bertanya bersuara,
mereka terus berdendang isi hati.
Sambil terbang mengitar,
seorang peri mendekati telinga berbisik.

Mengusik rasa obrak abrik otak
bahwa sepi itu tidak pernah ada.
Dan sendiri itu cuma numpang lewat.
Karena sejuta peri adalah kalian.

Temen-temen gue.