Sekagum-kagumnya saya pada Neil French,
David Droga, Jureeporn Thaidumrong,
saya tidak akan merasa kehilangan kalau suatu hari
mereka meninggal dunia.
Padahal mereka bekerja di dunia yang sama dengan saya.

Tapi saya ingat, ketika Ibu Theresa,
Lady Diana, Paus Yohanes Paulus,
meninggal dunia, entah mengapa saya merasa kehilangan.
Saya merasa ada bagian dari diri saya yang ikut hilang.
Harapan yang ikut mereka bawa.
Padahal, mereka tidak ada hubungannya dengan dunia saya.

Steve Jobs, Stephen Spielberg, Vera Wang,
Madonna, Nelson Mandela, Su Kyi dan banyak nama lagi
yang selalu saya doakan supaya panjang umur
dan selalu bisa berkarya.
Saya pikir, dunia membutuhkan mereka.
Mereka menjadi inspirasi bagi dunia.
Memperkaya kehidupan kita.
Setidaknya saya pribadi.

Di tengah lautan karya,
hasil perenungan, imajinasi, harapan,
dan kepekaan, nama-nama besar itu berkarya.
Bukan hanya untuk dirinya sendiri
tapi juga untuk orang lain. Untuk dunia.
Dunia iklan menjadi begitu kecil.
Mikroskopis.

Dunia tidak akan berhenti berputar tanpa iklan.
Dunia tidak akan menyesal kalau iklan tiada.
Dunia tidak akan menangis kalau orang iklan meninggal.

Sampai saat ini saya hidup di dunia iklan.
Tidak, saya tidak menyesalinya.
Saya menikmati kehidupan saya sekarang.
Tapi saya ingin berbuat banyak dan lebih banyak untuk orang lain.
Saya ingin kita bisa saling berbagi apa yang kita tahu,
rasa, fikir, imajinasi tanpa prasangka buruk.

Saya sadar-sesadarnya,
dunia iklan sekarang dipenuhi dengan egomaniak
yang hanya memikirkan kemakmuran dan keharuman namanya sendiri.
Para pecinta diri, yang menghalalkan segala cara,
untuk kemuliaan dirinya sendiri.
Menjadikan diri sendiri, raksasa maya di dunia mikroskopis.
Bahkan di tengah keadaan yang sedang
terpuruk ini, mereka tidak lupa untuk saling nyinyir.
Saling sindir. Saling sinis.
Benar-benar memalukan.
Sudah tidak ada artinya, saling membunuh pula.
Astaghfirullah!

Saya pikir, adalah tantangan bagi generasi saya
untuk bisa berpikir, melihat dunia iklan dengan lebih luas lagi.
Untuk tidak sekedar bikin iklan, tapi bikin pergerakan.
Pergerakan yang bisa memberikan inspirasi bagi orang lain.
Terkesan berlebihan? Saya rasa tidak.

Gelang karet Nike misalnya. Sangat inspiratif.
“Ah itu kan brand besar! klien gue mah cere-cere!”
Teman, saya tidak berharap kita melakukan hal sama besok.
Tapi kita bisa mengambil aspirasinya.
Keluasan maksud dan tujuan yang disampaikan
dengan cara sangat sederhana. Gelang karet.

Saya tidak ingin selamanya,
duduk di ruang meeting bersama klien
dan membahas apakah warna cyan bisa
dinaikkan menjadi 120 persen.

Amigos Para Siempre,
Selamat Natal dan Tahun Baru 2006