Pagi ini adalah pagi terakhir tahun 2005.
Gue duduk di sebuah cafe yang sering gue singgahi selama 2005.
Lagi asik-asiknya internetan,
tiba-tiba Hp berdering. Suara anak kecil di seberang:
“Oom Glenn… Where are you?” Dengan terbata-bata.
Dia adalah Tiara, anak temennya gue, Irene dan Candra.
Umurnya 3 tahun.

Gak tau kenapa, pertanyaan Tiara mengiang terus di hati gue.
“Oom Glenn… where are you?”
Pertanyaan yang selama ini selalu gue hindari.
Pun kalau gue tanyakan kepada diri gue sendiri.
Ada di mana gue sekarang?

Mungkin akan lebih gampang dijawab
kalau gue tau udah ke mana aja
dan akan ke mana nanti.
Sayangnya gue gak pernah memikirkan itu.
Jalan aja terus. Kerja aja terus.
Dari sini ke sana. Dari sana ke sini.
Dari hari ke hari, tahun ke tahun.

Dan, seorang anak 3 tahun udah mengingatkan gue,
untuk berani dan mau meluangkan waktu menjawab pertanyaan itu.
Bukan soal masa lalu, bukan soal masa depan.
Tapi soal sekarang.
Mungkin ini adalah PR dan kado malam tahun baru
paling berarti buat gue.

“Tiara, I will think of the answer to your question.
Tonite. On New Year’s Eve.
Wish me luck, sayang…

And I wish you Happy New Year.
I will say my little prayer for you.
May God always leads every little steps you take.
And so if one day, someone ask you of where you are,
you will have the answer. Right away.

Love you, Oom Glenn.”