Waktu gue memutuskan untuk ikutan “lomba” desain
e-book-nya Pandji Pragiwaksono,
memang gak ada yang tau.
Tapi waktu ternyata desain gue terpilih sebagai satu dari 3 pemenang,
beberapa teman dekat komen.

Komen mereka kali ini bukan ke desain gue itu sendiri.
Tapi lebih ke “ngapain sih loe ikut gituan?”
Karena jawaban gue panjang, maka gue selalu jawab dengan
“buat lucu-lucuan lah…”
Dan berjanji suatu hari nanti, akan gue tulis di blog.

Dan malam ini, gue memenuhi janji itu.

Diawali dari saat gue melihat para peserta desain e-book itu sendiri.
Dengan judul Nasional.Is.Me maka dengan mudah kita menebak seperti apa karya yang masuk.
Merah-putih, batik, patriotisme, bambu runcing, dan sejenisnya.
Silakan liat di http://www.pandji.com/desaincover../

Mendadak gue panik. Gue panik kalau Indonesia, tanah yang maha kaya dengan keragaman desain, seni dan budaya,
dimiskinkan. Ada rasa ‘gak terima’.
Untuk sekedar bicara atau ceramah atau ‘twitteran’,
sepertinya kurang afdol.
Cara terbaik adalah untuk memberi contoh.

Mulailah gue mengumpulkan niat dan semangat
untuk memperlihatkan bahwa ragam hias Indonesia itu beragam.

Di kepala gue waktu itu ada dua:
Tidak boleh merah putih.
Tidak boleh batik.

Sambil berusaha menjawab pertanyaan sendiri:
Ragam hias dari mana yang bisa mencerminkan nuansa
Pandji Pragiwaksono?

Pilihan gue jatuh pada Kalimantan.
Dia tidak Jawa, Sumatera ataupun Irian.
Mungkin karena Pandji itu energik.
Entahlah, yang pasti malam ini gue goggling
semua hal tentang Kalimantan.
Dan sebuah tas dari Kalimantan di gudang, gue bongkar.

Otak atik sana sini, rombak sana sini, diselingin kerjaan yang lain,
akhirlah dalam hitungan 24 jam jadilah desain ini.


Pastinya sih, ini bukan desain tanpa cela.
Ada banyak kekurangan yang gue rasakan.
Seperti biasa,
deadline jua yang memisahkan.
Desain dikirim.

Yang pasti, cita-cita untuk menampilkan Indonesia
dengan warna dan karakter yang berbeda sudah tercapai.
Membaca komen-komen yang masuk,
cukup membesarkan hati.

Dan penghargaan terbesar ada saat gue membaca tweet ini:

@DieRaBachir tkagum2 sm desainnya kak glennmars,
br sadar nasionalisme bukan cuma ttg batik & mrh putih,
itu patternnya dr typo yak? *spicles

Lega rasanya, setidaknya, satu orang menangkap
pesan yang ingin gue sampaikan.

Setelah kebahagiaan ini, bertambah satu lagi cita-cita gue
untuk meneruskan usaha mendobrak kebakuan
bahwa Indonesia adalah Merah Putih dan Batik.

Ujung-ujungnya, buat gue pribadi bukan soal menang atau kalah.
Tapi gue beneran berharap semoga semakin banyak mahasiswa desain komunikasi dan grafis
yang mengeksplorasi keragaman dan kekayaan seni dan budaya Indonesia
untuk dijadikan inspirasi karya yang tanpa batas.