KALAU BENAR,
Prabowo sedang berhalusinasi…


Cobalah lihat ke sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri. 

Berapa banyak yang sedang berhalusinasi.

Punya followers banyak, lantas merasa berpengaruh dan terkenal. 

Punya bisnis baru mulai, langsung menyebut diri entrepreneur.
Bisa bernyanyi dengan nada melengking dan mengenakan gaun gemerlap, 

kemudian menyebut dirinya Diva.

KALAU BENAR,
Prabowo tidak menerima kekalahan dengan ksatria….


Diantara kita bukankah banyak yang marah-marah di jalan raya walau salah?
Tidak terima saat hutangnya jatuh tempo dan ditagih?
Atau mengamuk karena dia lupa pada janji yang dibuatnya sendiri?


KALAU BENAR,
Prabowo itu temperamental….


Akan sangat mudah untuk mencari ucapan-ucapan kasar 

dan bahkan tidak manusiawi di timeline media sosial kita.
Lepas kendali bersumpah tanpa memikirkan akibatnya.
Menyerobot antrian bukankah pemandangan sehari-hari?


Langkah sederhana untuk memulai Revolusi Mental 

adalah dari diri kita sendiri.

Karena Presiden, hari ini dipuji besok dicaci.
Pemimpin datang dan pergi. 

Mereka tidak bisa mengubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik.
Menjadi manusia dan warga negara yang lebih baik 

sepenuhnya adalah kemauan dan tekad kita.